Apa yang mesti kukatakan padamu saat Rindu menikam langit? Ketika deru metropolitan tak lagi menyisakan arti Dan temaram lampu jalan hanya menyinari kehampaan Adalah kau, dindaku yang melebur satu dalam sukmaku mengalirkan kemuliaan cinta pada sungai kasih yang engkau bentangkan Di hatiku, yang mendambamu, dari detik ke detik Jika saja gerimis malam ini tak segera usai Aku akan tetap mengurainya satu demi samenjadi noktah-noktah kecil berwarna cemerlang Lalu melukisnya dikanvas langit menjadi gambaran wajahmu Dengan ukiran bulan sebagai senyummu Apa yang mesti kunyatakan padamu saat sunyi menyesak dada? ketika kutangkap dan kudekap bayangmu di relung kamar pada senja merah yang menggetarkan Adalah kau dindaku, Bunga mimpiku dari malam ke malam yang memberi seribu makna dari kelembutan matamu Sungguh, aku hanya punya cinta sederhana untukmu yang telah kurajut dengan benang-benang kesetiaan Dan kujalin indah hingga kau kujelang Pada waktunya kelak Kita songsong cakrawala membuka tirai pagi Dengan terik sinarnya yang menyejukkan hati Lalu biarkan aku membawamu terbang Menyusuri pelangi dan melintasi mega Sambil kubisikkan lirih ditelingamu:
SEKARANGLAH SAATNYA MENGHIJAUKAN BUMI KITA DENGAN KEMBALI KE ORGANIK
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Minggu, 23 Oktober 2011
“Aku tak akan berhenti mencintaimu”
ISLAM
Islam agamaku, nomor satu di dunia
Islam benderaku, berkibar dimana-mana
Islam tempat ibadahku, mewah bagai istana
Islam tempat sekolahku, tak kalah dengan lainnya
Islam sorbanku
Islam sajadahku
Islam kitabku
Islam podiumku, kelas eksklusif yang mengubah cara dunia
memandangku
Tempat aku menusuk kanan-kiri
Islam media-massaku, gaya komunikasi islami masa kini
Tempat aku menikam sana-sini
Islam organisasiku
Islam perusahaanku
Islam yayasanku
Islam instansiku, menara dengan seribu pengeras suara
Islam muktamarku, forum hiruk-pikuk tiada tara
Islam bursaku
Islam warungku, hanya menjual makanan sorgawi
Islam supermarketku, melayani segala keperluan manusiawi
Islam makananku
Islam teaterku, menampilkan karakter-karakter suci
Islam festivalku, memeriahkan hari-hari mati
Islam kausku
Islam pentasku
Islam seminarku, membahas semua
Islam upacaraku, menyambut segala
Islam puisiku, menyanyikan apa
Tuhan, Islamkah aku?
Islam benderaku, berkibar dimana-mana
Islam tempat ibadahku, mewah bagai istana
Islam tempat sekolahku, tak kalah dengan lainnya
Islam sorbanku
Islam sajadahku
Islam kitabku
Islam podiumku, kelas eksklusif yang mengubah cara dunia
memandangku
Tempat aku menusuk kanan-kiri
Islam media-massaku, gaya komunikasi islami masa kini
Tempat aku menikam sana-sini
Islam organisasiku
Islam perusahaanku
Islam yayasanku
Islam instansiku, menara dengan seribu pengeras suara
Islam muktamarku, forum hiruk-pikuk tiada tara
Islam bursaku
Islam warungku, hanya menjual makanan sorgawi
Islam supermarketku, melayani segala keperluan manusiawi
Islam makananku
Islam teaterku, menampilkan karakter-karakter suci
Islam festivalku, memeriahkan hari-hari mati
Islam kausku
Islam pentasku
Islam seminarku, membahas semua
Islam upacaraku, menyambut segala
Islam puisiku, menyanyikan apa
Tuhan, Islamkah aku?
Langganan:
Komentar (Atom)